Jumat, 15 Maret 2013

Ayo Bertanam Wortel!


Wortel itu banyak ragamnya, tetapi bila dilihat bentuk umbinya dapat dipilah menjadi 3 golongan, yakni (a) tipe Chantenay, berbentuk bulat panjang dengan ujung yang tumpul; (b) tipe Imperator, berbentuk bulat panjang dengan ujung rucing; dan (c) tipe Nantes, merupakan tipe gabungan antara imperator dan chantenay.

Syarat Tumbuh

Tanaman wortel merupakan sayuran dataran tinggi. Tanaman wortel membutuhkan lingkungan tumbuh dengan suhu udara yang dingin dan lembab. Hebatnya, tanaman ini bisa ditanam sepanjang tahun, baik musim kemarau maupun musim hujan.

Kondisi tanah yang cocok untuk tanaman wortel adalah subur, gembur, banyak mengandung bahan organik (humus). Jenis tanah yang paling baik adalah andosol, dan jenis tanah ini pada umumnya terdapat di daerah dataran tinggi (pegunungan). Namun awas hati-hati, tanah yang mudah becek atau mendapat perlakuan pupuk kandang yang berlebihan, sering menyebabkan umbi wortel berserat, bercabang, dan berambut.

Cara Bertanam

Wortel diperbanyak secara generatif dengan biji-bijinya. Biji (benih) wortel dapat dibeli di toko-toko sarana produksi pertanian terdekat. Pilih benih wortel yang baik, yakni berasal dari varietas unggul, murni, dan daya kecambahnya tinggi (lebih dari 90% ).

Gosok-gosokkan benih wortel dengan kedua belah telapak tangan agar di antara benih satu sama lain tidak berlekatan. Rendam benih wortel dalam air dingin selama 12-24 jam atau dalam air hangat suam-suam kuku (60 derajat Celcius) selama 15 menit. Tujuan dari perendaman benih adalah mempercepat proses perkecambahannya. Tiriskan benih wortel dalam suatu wadah, misal tampah hingga cukup kering. Benih wortel sudah siap ditanam (disebar) di lahan kebun.

Tentunya lahan kebun juga sudah disiapkan. Misalnya, luas kebun 1000 meter persegi. Mula-mula tanah dicangkul sedalam 40 cm. Buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 120-150 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antar bedengan 50-60 cm dan panjang tergantung pada keadaan lahan. Diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 1,5 ton per 1000 meter persegi. Tanah yang diolah itu diratakan dan dibuat alur sedalam 1 cm dan jarak antara alur 15-20 cm.

Sebarkan (taburkan) benih wortel secara merata dalam alur-alur yang tersedia. Tutup benih wortel dengan tanah tipis sedalam 0,5-1 cm.

Selanjutnya, buat alur-alur dangkal sejauh 5 cm dari tempat benih arah barisan (memanjang) untuk meletakkan pupuk dasar. Jenis pupuk yang diberikan adalah campuran 40 kg TSP dan 15 kg KCL. Sebarkan pupuk tersebut secara merata, kemudian tutup dengan tanah tipis.

Tutup tiap alur dengan dedaunan kering atau pelepah daun pisang selama 7-10 hari. Gunanya untuk mencegah hanyutnya benih wortel oleh percikan (guyuran) air sekaligus berfungsi menjaga kestabilan kelembapan tanah. Setelah benih wortel tumbuh di permukaan tanah, penutup tadi segara dibuka kembali.

Pemeliharaan Tanaman

Pada fase awal pertumbuhannya, tanaman wortel memerlukan air yang memadai sehingga perlu disiram (diairi) secara kontinu 1-2 kali sehari, terutama pada musim kemarau. Bila tanaman wortel sudah tumbuh besar, maka pengairan dapat dikurangi.

Ketika tanaman berumur 1 bulan setelah tanam, lakukan penjarangan. Tujuan penjarangan adalah untuk memperoleh tanaman wortel cepat tumbuh dan subur sehingga hasil produksinya dapat tinggi.

Di samping penjarangan, pada waktu yang sama dilakukan penyiangan dan pemupukan susulan. Cara penyiangan adalah membersihkan rumput liar dengan alat bantu kored/cangkul. Rumput liar yang tumbuh dalam parit dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. Tanah di sekitar barisan tanaman wortel digemburkan kemudian ditimbunkan ke bagian pangkal batang wortel agar kelak umbinya tertutup oleh tanah. Berikan pula 10 kg urea. Caranya, sebarkan pupuk secara merata dalam alur-alur atau dangkal atau bisa juga dimasukkan ke dalam lubang pupuk (tugal) sejauh 5-10 cm dari batang wortel. Lantas segera tutup dengan tanah. Siram atau diairi hingga cukup basah.

Kiranya juga waspada terhadap serangan hama ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn.). Hama ini sering disebut uler lutung (Jawa) atau hileud taneuh (Sunda). Ulat ini berwarna cokelat sampai hitam. Panjangnya antara 4-5 cm dan bersembunyi di dalam tanah. Ulat tanah menyerang bagian pucuk atau titik tumbuh tanaman wortel yang masih muda. Akibat serangan, tanaman layu atau terkulai. Maka sangat dianjurkan, rajinlah mengumpulkan ulat pada pagi atau siang hari, dari tempat yang dicurigai bekas serangannya untuk segera dibunuh, lalu menjaga kebersihan kebun dan pergiliran tanaman. Kalau pun kepepet, silakan gunakan insektisida Furadan 3G atau Indofuran 3G pada saat tanam atau semprotkan Hostathion 40 EC pada konsentrasi yang dianjurkan.

Akhirnya, wortel bisa dipanen pada umur sekitar 3 bulan sejak tanam. Cara panen, dengan mencabut seluruh tanaman bersama umbinya. Tanaman yang baik dan dipelihara secara intensif dapat menghasilkan umbi sekitar 2,0-2,5 ton per 1.000 meter persegi.

Sumber: Tabloid Saji edisi 261, Th. X, 20 Februari - 5 Maret 2013, hal. 16.

Baca juga:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar