Selasa, 16 Oktober 2012

Berani Gak?? 6 Pulau di Indonesia Ini Penghuninya Bukan Manusia!

pulau komodo


Widiih serem! Berani gak kalau disuruh jelajahi pulau-pulau di bawah ini? Konon nih, penghuninya bukan bangsa manusia loh... Setan maksudnya? Mmm, entar deh diceritain. Tapi kerennya, alamnya masih perawan loh, alami gitu. Top banget deh buat yang mau uji nyali. Penasaran sama penghuni pulau-pulau ini? Yuk cekidot!

1. Pulau Rinca, NTT

pulau rinca


Nah dengan menempuh waktu sekitar 2 jam perjalanan laut dari Labuan Bajo, kamu akan tiba di Pulau Rinca, Flores Barat, NTT. Mayoritas yang tinggal di pulau ini adalah komodo. Dan ternyata ada lebih banyak komodo di Pulau Rinca daripada di Pulau Komodo! Tidak sulit untuk menemukan komodo di pulau ini. Dari bukit hingga di pantainya, hewan ini bebas berkeliaran ke mana saja.

Peraturan penting di pulau ini adalah wisatawan harus terus bersama ranger atau pemandu. Jangan pernah jauh dan taati setiap peraturan yang diberikan ranger saat perjalanan. Selain itu, wanita yang sedang haid dilarang menginjakan kaki di pulau ini. Sebabnya, penciuman komodo sangat tajam dan berpotensi untuk menyerang. Hii!

2. Pulau Biawak, Jawa Barat


Dari Pelabuhan Indramayu, dibutuhkan 4-5 jam untuk menuju pulau yang menjadi rumah bagi biawak ini. Dengan hutan bakau di tengah pulaunya, tak heran banyak biawak yang menempati pulau ini. Ukurannya pun beragam, ada yang kecil, sedang, hingga besar.

Kamu akan melihat reptil ini berkeliaran di pinggir pantai, di tengah hutan, hingga di perairannya. Tapi nih kamu harus tetap waspada saat bertemu hewan ini, meski mereka tidak agresif. Kamu harus waspada terhadap sabetan ekornya!

3. Pulau Kembang, Kalimantan Selatan

pulau kembang


Pulau Kembang terletak di tengah Sungai Barito, Banjarmasin, Kalsel. Meski berada di tengah sungai, pulau ini justru dihuni oleh ratusan monyet ekor panjang. Hutan rimbun dengan pepohonan tinggi menjulang menjadi rumah yang nyaman untuk satwa jenaka tersebut.

Kamu bisa melihat mereka yang sedang memanjat di pohon, menggendong anak, hingga bertengkar satu sama lain. Beberapa monyet pun kadang akan memanjat ke bahu kamu.
Monyet-monyet di sini tidak usil, tapi pastikan barang-barang berharga kamu tersimpan dengan benar di dalam tas.

Ingat, ada baiknya kamu tidak memasuki ke bagian hutan yang lebih dalam. Sebabnya, di sana lebih banyak monyet dan ukurannya pun lebih besar. Hii!

4. Pulau Kalong, NTT


Terletak sekitar satu jam dari Labuan Bajo, Pulau Kalong di NTT menjadi rumah bagi ribuan kalong. Mereka bergelantungan di tiap pohon-pohon di hutan bakaunya dan akan terbang bersamaan saat hari memasuki malam. Ups, ternyata wisatawan dilarang masuk ke dalam pulau ini.

Sebabnya, Pulau Kalong juga menjadi rumah bagi banyak ular phyton atau sanca. Masyarakat setempat pun nggak ada yang berani masuk ke pulau ini. Meraka percaya, jika sekali masuk ke dalam pulau ini, maka akan sulit untuk keluar kembali. Serem ya!

Pukul 18.00-19.00 WITA adalah waktu yang terbaik untuk berhenti di depan pulaunya. Dari sana, ada ribuan kelelawar yang keluar dari pulaunya untuk menuju Pulau Flores. Pemandangan langit senja berwarna oranye dihiasi oleh kelelawar pun akan membuat siapa saja terkesima. Kamu seolah sedang berada di sarang Betmen!

5. Pulau Ular, NTB


Pulau Ular termasuk dalam daerah Pantai Oi Caba, NTB. Sesuai dengan namanya, pulau ini dipenuhi ratusan bahkan ribuan ular laut. Bayangkan saja, di pulau ini masih terdapat ratusan ular yang hidup di alam bebas tanpa pengamanan apapun!

Jangan takut! Konon, ular-ular di pulau ini sangatlah jinak. Tidak pernah sekali pun ada wisatawan yang terluka karena ular-ular di pulau ini. Ular-ular yang mendiami pulau ini sangat unik dan bersahabat dengan wisatawan. Tentu, berwisata ke pulau ini akan sangat menegangkan sekaligus menyenangkan.

6. Pulau Dea-dea, Sulawesi Tenggara


Pulau Dea-dea terletak di kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Di tempat ini hidup ratusan kucing dari berbagai jenis sejak puluhan tahun lalu. Anehnya meski kucing tak dipelihara secara khusus oleh pencinta binatang atau pemerintah setempat, kucing-kucing ini terus tumbuh dan berkembang biak secara alami.

Untuk menjangkau pulau tak berpenghuni manusia ini diperlukan waktu hanya sekitar 15 menit dari dermaga Penyeberangan Belang-belang di Desa Tonyamang, Polewali Mandar menggunakan perahu penyeberangan antar pulau.

Wah ternyata gak gitu serem-serem kok yaa.. Malahan keren banget tuh buat cari suasana liburan yang beda. Apalagi tuh yang terakhir, pasti buat kamu yang suka kucing mau banget kan ke sana.. Top dah pokoknya Indonesia!

Sumber: detikTravel & Kompas


Follow twitter @fadhlihsan untuk mendapatkan update artikel blog ini.



Baca juga:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar