mau ngiklan disini? klik gambar ini..

Minggu, 12 Mei 2013

7 Fenomena Keajaiban Alam Indonesia


Alam Indonesi tak hanya sebatas indah dan mengagumkan. Tahukah Anda kalau di beberapa lokasi wisata Indonesia, ternyata menyimpan keajaiban alam. 7 keajaiban alam ini pun menjadi unsur unik yang membuat traveler terperangah. Penasaran?

1. Ubur-Ubur Tak Menyengat di Danau Kakaban, Kaltim


Pulau Kakaban adalah salah satu pulau yang tergabung dalam Kepulauan Derawan. Kakaban masuk dalam wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Keajaiban yang dimiliki daerah ini adalah danau air payau, Danau Kakaban.

Bagaimana tidak ajaib, danau ini dikenal karena memiliki ekosistem unik. Kalau selama ini ubur-ubur terkenal karena sengatannya, di danau ini justru punya ubur-ubur yang tak menyengat.

Danau Kakaban memiliki 4 jenis ubur-ubur yang berbeda. Keempat jenis ubur-ubur tersebut adalah ubur-ubur bulan, ubur-ubur totol, ubur-ubur kotak, dan ubur-ubur terbalik.

Jenis ubur-ubur terbalik itulah yang paling paling unik. Ya, karena ubur-ubur ini berada di dasar danau dengan tentakel menghadap ke atas. Suatu hal yang aneh, karena biasanya ubur-ubur berada di atas dengan tentakel menghadap ke bawah.

2. Api abadi di Kayangan Api, Jatim


Satu lagi keajaiban alam yang ada di Indonesia adalah api abadi. Sesuai dengan namanya, api ini selalu muncul dari dalam tanah dan tak pernah padam, sekali pun hujan mengguyurnya. Jika ingin melihat fenomena yang luar biasa ini, traveler bisa datang ke Kayangan Api, di Bojonegoro, Jawa Timur.

Kayangan api ini dipercaya memiliki nilai-nilai magis oleh masyarakat sekitar. Selain di Kayangan Api, api abadi juga ada di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Madura.

Ternyata tak hanya Jawa Timur, Jawa Tengah juga memiliki api abadi. Dikenal dengan nama Api Abadi Merapen, keajaiban alam ini terletak di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah.

Api Abadi Merapen sering digunakan sebagai sumber api obor untuk berbagai acara olahraga di Tanah Air. Sumber api ini juga digunakan untuk upacara hari raya umat Budha, yaitu Waisak. Dari Grobogan, api suci dibawa ke Candi Borobudur yang menjadi tempat pusat peringatan Hari Suci Waisak di Indonesia.

3. Pasir putih di Lembah Baliem, Papua


Siapa bilang pasir hanya ada di pantai? Buktinya, Desa Aikima di Lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya, Papua, punya pasir putih di tengah lembah. Keajaiban pasir putih yang seolah mengalir dari atas bukit ini, membuat traveler terperangah.

Panorama unik ini kontras terlihat dengan latar gunung hijau dan langit biru. Ketika matahari menyiramkan cahayanya ke Bumi Cendrawasih, pasir putih ini pun terlihat berkilau.

Pasir putih ini ada karena bentukan alam. Sebelumnya, Lembah Baliem adalah sebuah danau raksasa bernama Wio. Sekitar tahun 1813, terjadi gempa yang menyebabkan pergeseran dan perubahan geologi. Dari situlah terbentuk Sungai Baliem di tengah lembah ini. Konon, pasir putih Desa Aikima adalah salah satu sisi danau purba tersebut.

4. Api Biru di Kawah Ijen, Jatim


Masih dari daratan Jawa Timur, di Banyuwangi para petualang bisa melihat keajaiban alam yang dimiliki Kawah Ijen. Tak cuma punya sunrise menawan, kawah ini juga punya api biru.

Hanya ada dua fenomena api biru yang terjadi di dunia, yaitu di Islandia dan Kawah Ijen yang ada di Jatim. Bahkan dalam jumpa pers Banyuwangi Festival di Gedung Sapta Pesona, eco tourism consultant, David Makas membenarkan kalau fenomena yang dikenal dengan blue fire ini sudah terdengar hingga ke mancanegara.

Untuk melihat keindahan api biru ini, wisatawan harus datang saat subuh. Hanya saat itulah, api biru terlihat jelas. Api biru di Kawah Ijen merupakan hal unik dan langka. Keajaiban ini pun menambah kesempurnaan alam yang dimiliki Kawah Ijen.

5. Garam di atas gunung, Gunung Krayan, Kaltim


Masih di Kaltim, satu lagi keajaiban di sini adalah terdapat garam di atas gunung. Garam tersebut berada dalam sumur di Desa Long Midang, Gunung Krayan yang berjarak 100 km dari laut di ketinggian 2.400 m dpl. Ajaib!

Garam gunung yang dihasilkan di Krayan memiliki penampilan yang sama dengan garam laut, yaitu seperti pasir dan berwarna putih. Tetapi, ternyata garam gunung memiliki kandungan yodium yang lebih tinggi dibanding garam laut lho!

Proses pembuatan garam ini pun berbeda dengan garam laut. Bahan dasar berupa air sumur di Desa Long Midang, direbus satu malam hingga air mengering. Setelah kering, tertinggallah butiran kristal yang merupakan garam basah lalu garam basah ini dimasukkan ke dalam batang bambu dan dibakar hingga bambu habis terbakar api. Sisa bakaran inilah yang merupakan garam kering yang kemudian dibungkus daun dan siap dijual.

6. Ombak Bono di Sungai Kampar, Riau


Sungai memiliki ombak layaknya lautan? Tentu saja ini adalah hal langka yang jarang terjadi. Keajaiban alam ini, bisa wisatawan temukan di Sungai Kampar, Riau.

Bahkan gelombang ombak Bono ini sudah terkenal sampai ke peselancar dunia. Terbukti belum lama ini, gelombang Bono menjadi bagian dari pemecahan rekor berselancar terlama dan terpanjang oleh Steve King, peselancar dunia asal Inggris. Rekor ini juga tercatat dalam Guiness World Records.

Gelombang ini memiliki tinggi 4 hingga 6 meter yang membuat para surfer merasa tertantang. Selain tinggi, ombak ini juga panjang, sehingga membuat surfing lebih seru. Keanehan ini terjadi karena pertemuan arus Sungai Kampar dengan arus Laut China Selatan.

7. Pantai Pink di Flores dan Lombok


Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak pantai cantik. Terlebih lagi, ada pantai dengan keunikan yang tidak dimiliki pantai lainnya. Di Indonesia bukan hanya satu, tapi ada dua pantai dengan pasir merah muda. Dua pantai tersebut adalah Pantai Tangsi di Lombok, NTB dan Pantai Pink di Flores, NTT.

Letak Pantai Tangsi memang masih tersembunyi. Beda dengan Pantai Pink yang berlokasi di Pulau Komodo, Flores, NTT, pantai ini justru sudah banyak dikenal traveler.

Warna Pink pada kedua pasir pantai ini berasal dari butiran-butiran terumbu karang berwarna merah yang bercampur air laut. Kemudian, pantulan sinar matahari membuat warna pink pada pasir ini semakin terlihat.

Hmm, jadi mau kemana Anda liburan kali ini?

Sumber: detikTravel



Follow twitter @fadhlihsan untuk mendapatkan update artikel blog ini.



Baca juga:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar