Rabu, 14 Januari 2015

Ga Nyangka! Fakta-Fakta Astronot & Kehidupannya di Luar Angkasa


Jadi astronot pasti menyenangkan, selain bisa melihat planet kita dari luar angkasa, kamu juga bisa liatin bintang-bintang dari dekat. Tapi pernahkah kamu membayangkan gimana para astronot menjalani kehidupan sehari-hari hidup tanpa gravitasi? Mengasyikan atau malah merepotkan? Penasaran? Yuk baca fakta-fakta seputar astronot dan kehidupannya di luar angkasa.

• Apakah astronot dan kosmonot itu berbeda?

Nggak, keduanya adalah sama. Kosmonot adalah istilah yang dipakai di Rusia dan negara-negara pecahan Uni Sovyet untuk menyebut astronot.

• Apa syarat menjadi astronot?

Pertama, pastinya kamu harus punya otak cerdas dan sehat jasmani rohani. Selain itu tinggi minimal seorang yang akan menjadi astronot adalah 147 cm. Cuman, NASA mempersyaratkan calon astronot harus telah melakukan 1000 jam penerbangan dengan pesawat jet. Hmm, kamu kayaknya imposible deh!

• Apa yang nggak boleh astronot makan sebelum terbang ke angkasa?

Astronot dilarang makan kacang sebelum menjelajah ruang angkasa. Kenapa? Karena jika buang angin dalam baju khusus astronot, itu dapat membahayakan mereka. Nggak asik aja kan, pingsan gara-gara kentut sendiri?

Konon, dalam perjalanan ke angkasa luar para astronot Amerika maupun kosmonot Rusia selalu membawa bekal cokelat. Kenapa coklat? Nggak tahu juga sih, mungkin biar mereka bisa rileks dan nggak tegang saat nungguin hitungan mundur pesawat mau meluncur.

• Apa hebatnya baju astronot?

Baju astronot sangat tebal dan rata-rata memiliki berat sebesar 127 kilogram. Untuk membuat satu pakaian astronot (Extravehicular Mobility Unit), dibutuhkan biaya sebesar 12 juta dolar AS (140 miliar rupiah). Wow mahal banget ya?

Saat di antariksa, astronot wajib memakai baju tersebut bila ingin keluar dari pesawat. Tanpa terlindungi baju ruang angkasa tadi, darah seorang astronot dapat mendidih yang bisa membahayakan keselamatannya. Berbeda bila dalam pesawat, astronot bisa memakai pakaian bebas seperti saat di bumi.

Kondisi antariksa yang dipenuhi bermacam radiasi berbahaya amat mengancam kesehatan para astronot. Agar tidak terkena radiasi berbahaya di luar angkasa, pakaian astronot didesaian berwarna putih karena warna putih bisa memantulkan cahaya radiasi ketimbang warna lain.

Meski hebat, namun mereka hanya bisa pasrah bila mengalami hal beginian.

Aku kudu piye???


Astronot akan buang air langsung di dalam pakaian antariksa mereka. Mereka bukannya jorok, karena pakaian itu dirancang juga untuk menampung hasil buang air hingga 2 liter.

• Apa hal menakjubkan yang dialami astronot di stasiun antariksa?

Astronot di Stasiun Antariksa melihat matahari terbit 16 kali dan matahari terbenam 16 kali setiap harinya.

• Jadi bagaimana astronot muslim beribadah?

Meskipun di luar angkasa, shalat tetap wajib dikerjakan. Para ulama menuntunkan agar mereka menjadikan tempat di mana pesawat diluncurkan sebagai patokan waktu, kemudian baru mereka memperkirakan waktu 24 jam untuk mengerjakan shalat lima waktunya. Karena ini termasuk safar maka shalat boleh diqashar dan dijamak, kecuali bila berniat menetap di stasiun angkasa.

Bila tidak ada air maka boleh bertayammum. Jika tidak menemukan debu, maka shalat bisa tetap dilakukan tanpa wudhu dan tayammum, dan sah karena darurat. Sebelum shalat, maka harus menghadap kiblat, bila tidak mengetahui maka cukup menghadap ke bumi. Bila mampu maka shalat dengan berdiri, bila tidak boleh dengan duduk atau berbaring.

Untuk ibadah puasa, bisa diqadha bila telah kembali ke bumi. Atau bisa juga berpuasa dengan mengikuti waktu negara tempat peluncuran. Wallahu a'lam. Sumber.

• Apakah di bulan ada angin?

Tidak. Makanya jejak kaki dan ban yang ditinggalkan astronot di bulan akan tetap di sana selamanya karena tidak ada angin yang akan menghapusnya.

• Apa yang terjadi pada indera mereka?

Astronot di ruang angkasa cenderung kehilangan penciuman dan rasa. Mereka juga tiba-tiba menjadi tuli, karena di luar angkasa yang hampa udara tidak ada udara untuk menghantar gelombang suara sehingga di sana terasa begitu sunyi. Namun, jika di dalam pesawat mereka tetap bisa mendengar suara karena adanya oksigen.

Selain itu, hampir setiap astronot akan mengalami 'space sickness' jika berada di luar angkasa, seperti kesulitan penginderaan lokasi lengan dan kaki sendiri.

Nyantai, tapi ga bisa ngemil... Hiks!


• Benarkah tinggi tubuh astronot bertambah saat kembali ke bumi?

Menurut NASA, selama satu bulan di luar angkasa, astronot bisa kehilangan 1 persen dari massa tulangnya. Namum mereka akan mengalami pertumbuhan tinggi badan. Pertambahan tinggi ini sekitar 5 cm. Penyebabnya adalah kurangnya atau tidak adanya gravitasi, sehingga tulang belakang mereka mengalami peregangan dan pertambahan tinggi badan. Hmm, solusi nih bagi kamu yang pengen tinggi.

• Astronot bisa galau tapi ga bisa nangis

Ketika berada di luar angkasa, astronot tidak dapat menangis karena tidak ada gravitasi yang memungkinkan air mata keluar dan jatuh. Jadi kalau lagi galau mereka cuma bisa nangis dalam hati. Kasian yaa...

• Bagaimana mereka tidur dan mandi?

Saat tidur, astronot tidak bisa tidur sembarangan, mereka tidak akan bisa membaringkan tubuh, karena tubuh mereka pasti melayang. Karena itu, para astronot tidur sambil diikat dengan sabuk pengaman khusus. Ajaibnya, astronot yang terbiasa mendengkur di bumi akan berhenti mendengkur bila di luar angkasa.

Di luar angkasa, para astronot mandi dengan menggunakan handuk basah atau wash lap, karena tidak mungkin dengan shower.

Untuk mencukur janggut dan kumis, para astronot membutuhkan pencukur khusus dengan alat penghisap seperti penghisap debu. Astronot yang sikat gigi di dalam pesawat luar angkasa juga akan menelan air kumuran sikat gigi mereka. Semua itu akibat tiadanya gravitasi.

• Lalu bagaimana mereka buang kotoran?

Dulu, untuk buang air besar para astronot akan memasukkan kotorannya ke kantong plastik lalu membuangnya ke luar angkasa. Sekarang telah diciptakan toilet khusus untuk para astronot di luar angkasa sehingga tidak merepotkan. Urin akan didaur ulang untuk keperluan diminum kembali, sedangkan kotoran nantinya akan dibuang ke angkasa yang nantinya terbakar di atsmosfer.

Nah, akibat terbatasnya air, para astronot tidak mungkin mencuci baju mereka. Mereka biasanya baru akan mengganti bila sudah kotor sekali atau sudah gak enak dipakai. Pakaian kotor dikumpulkan di tong sampah dan bila penuh baru didorong keluar agar jatuh dan terbakar di atmosfer bumi.

• Makanan apa saja yang dikonsumsi?

Beberapa makanan dilarang untuk dibawa selama misi luar angkasa. Salah satunya adalah roti dan makanan lain yang memiliki remah-remah. Alasannya, remah-remah makanan tersebut bisa terhirup ketika bernafas, masuk ke mata atau merusak peralatan.

Namun, ada 70 jenis makanan yang bisa dipilih astronot selama bertugas. Antara lain brownies, daging, pasta, buah dan minuman ringan. Pokoknya makanan tidak boleh cepat basi dan beremah (misal roti atau cookies).

Wew, ada tempe penyet jugak!!


Nah, karena tidak boleh meninggalkan remah maka bila berada di luar angkasa, astronot tidak bisa makan dari makanan yang tidak mengandung air. Bahkan mereka menggunakan garam dan merica dalam bentuk cair, karena bila tidak semuanya akan melayang di udara dan bisa merusak komponen mesin pesawat.

• Tahukah kamu?

- Ternyata, kosmonot atau astronot melakukan perjalanan 0.02 detik lebih jauh ke masa depan.

- Ternyata, jam tangan digital awalnya diciptakan untuk para astronot supaya bisa mengetahui waktu dengan tepat.

• Bagaimana bila mereka sudah kembali ke bumi?

Selain bertambah tinggi, para astronot juga kemungkinan sering menjatuhkan gelas dan benda lainnya ketika mereka kembali ke bumi, karena mereka terbiasa dengan tidak adanya gravitasi.

Sebelum pulang ke bumi, main dulu ke Bekasi ah!


Naa udah tahu kan gimana astronot hidup di luar angkasa? Masih kepengen jadi astronot juga??!

Sumber: TL Twitter dan lainnya.


Follow twitter @fadhlihsan untuk mendapatkan update artikel blog ini.



Baca juga:

7 komentar: