Kamis, 15 November 2012

5 Cara Menghadapi Orang Ingin Bunuh Diri

bunuh diri


Tindakan bunuh diri harus dihadapi dengan sangat serius. Bahkan jika kita menghadapi seseorang yang sudah mengatakan ingin mengakhiri hidupnya harus diberikan perawatan kesehatan mental yang tepat, selain dimonitor terus keamanannya.

Namun, mungkin kita tak selalu bisa memanggil psikiatris saat menghadapi seseorang yang sudah bertekad bunuh diri. Tapi bukan berarti kita tak bisa membantu mereka. Tips berikut semoga bisa membantu menyelamatkan satu nyawa yang sangat berharga.

1. Pelajari berbagai pertanda bahaya dari seseorang yang sudah berpikir tentang bunuh diri. Lalu lihat adakah gelaja-gejala tersebut pada orang yang Anda kira mulai mempertimbangkan bunuh diri.

Berhati-hatilah pada gejala seperti peningkatan emosi yang tiba-tiba setelah mengalami depresi, membuat keputusan-keputusan mendadak untuk sesuatu yang butuh banyak pertimbangan, memberikan benda berharga begitu saja pada orang lain, dan berbagai pertanda lain.

2. Bersikaplah baik, lembut dan penuh perhatian pada orang tersebut. Sampaikan bahwa masih ada orang-orang di planet ini yang membutuhkan dan mencintai dia. Dengarkan apapun yang ingin dikatakannya, jangan mencoba untuk menafikan pengalaman hidupnya. Kata-kata seperti "Yang kau alami itu tidak seberapa dibanding orang lain" biasanya tak terlalu memberi efek positif.

3. Selidiki dengan seksama seandainya si calon pelaku bunuh diri sudah mempersiapkan dengan matang rencananya. Jika dia berada di rumah lihat apakah ada senjata yang sudah siap digunakan, pil berbahaya, atau apapun yang bisa digunakan untuk bunuh diri. Sambil mencoba untuk menjauhkan semua itu dari jangkauannya, pastikan Anda mendapat bantuan serius..

4. Sambil menunggu bantuan, sibukkan korban dengan pembicaraan seputar masalah yang dihadapinya. Pembicaraan tentang masalah itu seringkali bisa mengaburkan niat pelaku bunuh diri atau sampai membuat dia merasa lelah dan tertidur. Jangan berhenti mencari bantuan psikiater selama proses ini.

5. Dorong calon korban untuk menghubungi psikiater, atau pusat krisis yang biasa mendampinginya saat mengalami masa buruk. Tawarkan bantuan untuk mengantarkannya dan menemani dia ke pusat krisis, atau instalasi gawat darurat. Jangan tinggalkan dia sendiri sebelum Anda yakin dia bertemu dengan ahli yang bisa menanganinya.

Sumber: Tempointeraktif.com

Baca juga:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar