Senin, 22 Juli 2013

Binatang-Binatang yang Berpuasa


Mmm, bulan puasa. Bulan yang hari-harinya mesti dijalani dengan mengendalikan nafsu dan amarah tanpa makan dan minum di siang hari. Tapi tahukah kamu, ternyata tidak hanya manusia yang berpuasa. Binatang juga. Tapi tentu saja puasa mereka berbeda dengan puasa kita. Hewan apa saja sih yang juga berpuasa?

Unta. Ya, unta bahkan mampu berpuasa tanpa makan dan minum hingga berhari-hari loh. Ia mampu berjalan hingga beratus-ratus kilometer di daerah padang pasir meski tanpa makanan dan minuman. Hal ini juga dilakukan oleh beberapa jenis beruang yang mampu berpuasa selama musim dingin. Kondisi alam yang ekstrem yang memaksa unta dan beruang untuk berpuasa.

Selain dua binatang itu, ada kukang yang juga gemar berpuasa. Tapi dia berpuasa bukan karema tekanan alam, melainkan karena malas. Binatang anggota genus Nycticebus ini memang merupakan hewan pemalas. Saking malasnya, kegiatan sehari-harinya hanya tidur dengan cara bergelung atau menggantung di pohon. Setelah lapar, barulah kukang bangun untuk mencari makanan. Setelah makan dan kenyang, kukang kembali tidur lagi. Bisa dikatakan, puasa yang dilakukan kukang lebih disebabkan oleh sifatnya yang pemalas. Jangan ditiru, ya!

Suhu Tubuh

Ular secara berkala juga berpuasa. Pada waktu-waktu tertentu, hewan melata ini akan melakukan puasa setelah terlebih dahulu mempersiapkan cadangan makanan di dalam perutnya.

Puasa yang dilakukan ular bertujuan untuk meningkatkan suhu tubuh hingga beberapa derajat di atas normal guna melakukan pergantian kulit baru. Hal yang sama juga dilakukan oleh biawak. Jadi tujuan puasa yang dilakukan ular adalah untuk melakukan pergantian kulit.

Puasa juga dilakukan oleh ayam betina. Mereka berpuasa setiap kali mengerami telurnya. Dengan berpuasa maka suhu badan ayam akan meningkat sehingga telur yang dierami dapat menetas menjadi anak-anak ayam.

Masih ada lagi binatang yang gemar berpuasa, yaitu ulat. Ulat merupakan hewan yang mengalami metamorfosis sempurna. Salah satu fase dalam metamorfosis ulat adalah menjadi kepompong. Nah, selama menjadi kepompong itulah ulat berpuasa. Tujuannya agar tubuhnya hancur dan hanya menyisakan beberapa sel yang kemudian tumbuh menjadi kupu-kupu.

Proses ini juga terjadi pada beberapa serangga lain. Dengan berpuasa, sang ulat yang menjijikan dan perusak tanaman berubah menjadi kupu-kupu yang anggun dan bermanfaat bagi penyerbukan bunga.

Nah, bagaimana dengan kalian? Apakah kalian berpuasa seperti unta yang melakukan puasa lantaran terpaksa oleh keadaan? Seperti kukang yang berpuasa sebagai ajang untuk bermalas-malasan? Seperti ular yang sekadar ingin mempercantik dan memperindah kulit?

Seperti ayam betina yang berpuasa untuk merubah telur menjadi anaknya? Ataukah kalian berpuasa seperti ulat, yang berpuasa untuk mengubah diri dari ulat yang buruk rupa dan perangai menjadi kupu-kupu yang cantik tubuh dan tingkah lakunya?

Penulis: Hendro Wibowo

Sumber: Harian Suara Merdeka edisi Minggu, 21 Juli 2013 hal. 23.


Follow twitter @fadhlihsan untuk mendapatkan update artikel blog ini.



Baca juga:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar