Senin, 16 Desember 2013

Insya Allah = Menciptakan Allah? Eh, Tunggu Dulu...


TENTANG PENULISAN "INSYA ALLAH" DAN "INSHA ALLAH"
==============================

Ane tulis ini, karena prihatin aja ngelihat temen-temen kita pada bedebat gara-gara ada yang nulis "Insya Allah" pake "sy" terus disalahkan, yg nyalahin bilang katanya harus pake "sh" menjadi "Insha Allah", kalo pake "sy" katanya bahaya, maknanya mengandung kekufuran..

Waduh..
Gawat juga tuh..

Geli juga sih sebenernya ngeliat perdebatan mereka.. Soalnya yg mereka perdebatkan kagak ada hubungannya sama sekali dengan inti masalahnya.

Gini loh om tante..

Sebenarnya, yg jadi inti masalah tu bukan "Syaa" atau "Shaa" -nya.. Terserah mau pilih "Shaa" (tulisan latin bahasa Inggris) atau "Syaa" (tulisan latin bahasa Indonesia), karena bukan itu yg jadi masalah.

Mau pake "Syaa" atau "Shaa" gak apa-apa. Tidak merubah arti.. Masalahnya terletak pada "In Syaa" (pake spasi) dan "Insyaa" (ndak pake spasi). Rincinya gini, monggo disimak:

(ana njelasinnya pake yang "syaa" aja ya, karena ini yg sering dipake oleh kebanyakan kita).

PENJELASAN DUA MODEL KATA INI
=====================================

MODEL PERTAMA: "In Syaa Allahu" (pake spasi) kalo pake spasi, berarti disitu ada 2 kata: "In" dan "Syaa-a". Kata "In" pada kalimat diatas disebut dengan "In" syarthiyah yang bermakna: "Jika, apabila, kalau" sedangkan kata "Syaa" pada kalimat diatas berasal dari fi'il "Syaa-a, Yasyaa-u" yang artinya "Menghendaki/ berkehendak" jadi kalo di terjemahkan adalah "Jika Allah menghendaki".

MODEL KEDUA: "Insyaa Allahu" (tanpa spasi) kata "Insyaa" pada kalimat diatas adalah bentuk mashdar dari fi'il "ansya-a, yunsyi-u, insyaa-an" yang berarti "menciptakan/mengadakan/membuat". Ini yg banyak di salah fahami oleh mereka yang baru belajar bahasa arab, sehingga mereka menterjemahkann ya dengan: "Menciptakan Allah".

Allahu akbar..!! Ini jelas merupakan kesalahan penerjemahan yg sangat fatal.

Kalo terjemahannya "Menciptakan Allah" mestinya bahasa arabnya:
1. "Ansyaa-allaha" (susunan fi'il, faa'il dhomir mustatir dan maf'ul bih)
atau
2. "Insya-ullahi" (susunan mudhaf-mudhaf ilaihi).
Bukan "Insyaa Allahu"...!!!

So, TULISAN LATIN Insyaa Allahu (pake spasi atau nggak) tetaplah diterjemahkan "Jika Allah menghendaki" dan langsung bisa difahami bahwa "In" dengan "syaa-a" tulisan arabnya terpisah gak mungkin nyambung. Kalo nyambung ya bertabrakan dengan kaidah bahasa arab jadinya..

Namun, untuk kehati-hatian lebih baiknya kalo nulis LATINnya pun dipisah: "In syaa Allah" (pasti selamat penulisan), tapi kalo tulisan LATIN mau disambung juga gk apa2 "Insyaa Allah"..

Kalo kata gus dur mah: "Gitu aja ko' repot.."

Mudah2an setelah ini gak ada lagi yg memperdebatkan Insya Allah dengan Insha Allah..

Dan mudah2an setelah ini gak ada yg nahzir ane.. Hehe..

Semoga bermanfaat.

Sumber: https://www.facebook.com/abunajmy.mutaallimy/posts/471020176351610


Follow twitter @fadhlihsan untuk mendapatkan update artikel blog ini.



Baca juga:

2 komentar: