Kamis, 11 Juli 2013

Hal-Hal Agama yang Sering Diremehin Padahal Penting Buat Kehidupan Kamu


Kalo timingnya Ramadhan kayak gini paling sedep nulis-nulis soal yang berbau-bau relijius gitu yaa. Naa kali ini admin bakal ngasi tau ke kamu hal-hal yang sering banget diremehin orang tapi padahal penting banget buat kehidupan kamu, ya di dunia ya di akhirat. Jadi jangan bobo dulu sebelum kelar bacanya.

Makan minum pake tangan kiri

Iya, banyak banget kan yaa orang yang makan minum pake tangan kiri padahal yang kanan lagi nganggur nggak sakit juga. Nggak jijik apa ya, tangan kiri kan buat cebok. Nah, Islam ngelarang yang begituan, alasannya: karena yang suka makan minum pake tangan kiri itu adalah setan. Masak manusia niru setan, ih entar keasikan setannya dong kalo gitu jadi trendsetter.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

“Apabila salah seorang dari kalian makan, maka hendaklah makan dengan tangan kanan dan apabila dia minum, minumlah dengan tangan kanan. Karena setan apabila makan dia makan dengan tangan kiri dan apabila minum, dia minum dengan tangan kiri.” [1]

Oke ya, abis ini jangan pake tangan kiri kalo makan atau minum. Kalo orang kidal gimana? Sama sih nggak boleh, jadi dia harus maksain diri pake yang kanan. Insya Allah entar terbiasa kok...

Buang ludah ke arah kiblat

Sama kayak orang lagi pilek terus buang ingus ke arah kiblat. Keduanya nggak boleh dilakuin buat memuliakan kiblat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

“Barangsiapa yang meludah ke arah kiblat, maka ia akan datang pada Hari Kiamat dengan diludahi di antara kedua matanya.” [2]

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

“Dibangkitkan orang yang mengeluarkan ingus ke arah kiblat pada Hari Kiamat, (dimana ingus itu) dikembalikan ke wajah orang tersebut.” [3]

Jadi nggak cuma mau shalat aja yang harus meratiin arah kiblat, mau meludah sama buang ingus pun nggak boleh sembarangan. Kalo terpaksa harus mengarah kiblat, maka arahkan ke bawah kaki gitu.

Oiya, pipis sama eek pun nggak boleh loh ngarah kiblat atau membelakangi kiblat, utamanya sih saat kamu di tempat terbuka gitu kayak di kebon atau kali.

Dari Abu Ayub al-Anshori radhiallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:

"Jika kalian mendatangi tempat pembuangan air (untuk buang air), maka janganlah menghadap kiblat, dan jangan pula membelakanginya saat kencing, maupun berak." [4]

Pipis tapi nggak cebok

Ini bahaya banget resikonya, selain celana bau pesing trus jadi sarang kuman entar di alam kubur bakal kena siksa loh. Hii, apa nggak ngeri tuh!

Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah melewati dua kuburan seraya bersabda:

"Sesungguhnya kedua (penghuni)nya disiksa, sedang ia tak disiksa karena perkara besar (menurut sangkaanya). Bahkan itu (sebenarnya) adalah perkara besar. Adapun salah satu diantaranya, ia melakukan adu domba. Adapun yang kedua, ia tidak berlindung dari (percikan) kencingnya." [5]

Tukaan, nggak ati-ati sama percikannya aja udah kena siksa apalagi nggak cebok. Lagian cuma cebok aja kenapa males sih. Cakep-cakep kok bau ompol, malu-maluin tuh! Kalo nggak nemu air boleh kok pake batu, daun atau tisu, bersihinnya minim tiga kali boleh lebih tapi ganjil. Jadi nggak ada lagi alasan nggak ada air.

Selain itu, kalo pipis (apalagi eek) harus sembunyi nggak boleh dipamerin ke orang-orang, jangan kayak kebanyakan pak sopir di pinggir jalan itu.

Dari Al-Mughirah bin Syu’bah radhiallahu 'anhu berkata bahwasanya,

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila pergi ke tempat pembuangan air, maka beliau menjauh." [6]

Nah dengan menjauh dari orang-orang kan aurat jadi terjaga. Nggak boleh alesan, halah paling laki sama laki aja kok nggak papa lah. Eh, sesama laki ato sesama wanita juga nggak boleh liat-liatan aurat loh, haram hukumnya..

Pake sandal satu doang

Yang ini sih biasa kejadian saat tali sandal sebelah putus atau sambil cari-cari sandal satunya lagi saat keluar masjid. Eh, ternyata Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ngelarang banget loh.

Dalam kitab Ash-Shahiihain terdapat satu hadits dari Abu Hurairah radhiallaahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa ‘alaa aalihi wa sallam bersabda:

“Janganlah salah seorang di antara kalian berjalan dengan satu sandal. Hendaklah ia memakainya semua atau melepaskannya semua.”

Eh, pake sandal pun ada adabnya loh. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apabila salah seorang dari kalian memakai sandal, hendaknya memulai dengan yang kanan, dan apabila dia melepas hendaknya mulai dengan yang kiri. Hendaknya yang kanan pertama kali mengenakan sandal dan yang terakhir melepasnya.” [7]

Tuh akhirnya jadi ngerti kan?! Alhamdulillah.. Yuk lanjut!

Minum sambil berdiri

Nah, tadi udah tau nggak boleh pake tangan kiri. Sekarang posisi makan minum pun ada aturannya, nggak boleh berdiri apalagi sambil jalan atau lari-lari. Nggak boleh itu. Ih, ribet banget nggak bolehan! Nggak kok, kamunya aja yang belum kebiasa.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu pula, ia berkata, “Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di mana beliau melarang seseorang minum sambil berdiri.” Qotadah berkata bahwa mereka kala itu bertanya (pada Anas), “Bagaimana dengan makan (sambil berdiri)?” Anas menjawab, “Itu lebih parah dan lebih jelek.” [8]

Catatan: sebagian ulama menganggap boleh makan dan minum sambil berdiri dengan dalil hadits shahih juga, sehingga mereka membawa larangan ini kepada makruh bukan haram. Namun mereka mengatakan bahwa lebih utama untuk duduk karena inilah yang sering dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Masuk toilet kaki kanan duluan

Yah meski udah serasa mau jebol kebeletnya minta ampun, tetep aja sih kamu harus berpikir jernih, masuk toilet itu pake kaki kiri jangan kebalik. Kalo udah tuntas semua terus mau keluar juga nggak boleh asal, pake kaki kanan duluan. Ini beda banget kayak langit dan bumi kalo kamu di masjid, mau masuk masjid kaki kanan dulu naa keluarnya kiri. Kenapa bisa aturannya gitu? Masjid kan tempat mulia jadi harus kita muliakan kalo toilet kan tempat buang kotoran.

Catatan: Sebenernya nggak ada dalil khusus sih dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam soal keharusan mendahulukan kaki kiri saat masuk toilet dan keluar toilet dengan kaki kanan duluan. Syaikh Al-Albani mengemukakan pendapatnya di kitab Irwaul Ghalil 1/132, "Sedangkan masuk kamar mandi maka aku tidak mengetahui dalil khususnya sekarang ini, mungkin itu bisa diambil dari qiyas terhadap "hadits keluar dari masjid". Allahu A'lam." Yaitu,

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, mengatakan, “Termasuk ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika anda masuk masjid, anda mendahulukan kaki kanan dan ketika keluar anda mendahulukan kaki kiri.” [9]

Menguap lebar-lebar

Memang puas banget gitu ya kalo menguap mulut dibuka lebar-lebar sambil bunyi: Hhaaaaaaaa...hh! Duuh pokoknya asik enak banget lah. Padahal aslinya nih gaya menguap kayak gitu itu sungguh diketawain setan. Si setan nganggep aksi kamu itu konyol. Dia nganggep kamu itu bego dan pantes diketawain rame-rame. Yah bagi mereka kamu itu seorang idiot. Makanya biar nggak diketawain setan, nggak dibegoin dan dijadiin bahan lucu-lucuan bangsa mereka, kalo menguap itu mulut harus ditutupi tangan trus ditahan kuat-kuat biar nggak bunyi: Hhaaaaaaaa..hh!!

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Karenanya apabila salah seorang dari kalian bersin lalu dia memuji Allah, maka kewajiban atas setiap muslim yang mendengarnya untuk mentasymitnya (mengucapkan yarhamukallah). Adapun menguap, maka dia tidaklah datang kecuali dari setan. Karenanya hendaklah menahan menguap semampunya. Jika dia sampai mengucapkan ‘haaah’, maka setan akan menertawainya.” [10]

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu anhu, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Bila salah seorang dari kalian menguap maka hendaklah dia menahan mulutnya dengan tangannya karena sesungguhnya setan akan masuk.” [11]

Tukaan, nggak cuma diketawain aja, kamu juga bisa kemasukan setan loh! Lagian, menguap sambil menutup mulut itu sungguh-sungguh elegan dan berwibawa. Coba bandingkan sama yang biasa dilakukan orang-orang awam. Pasti lebih sopan dan beradab kan?!

Fuihh! Capek nih nulisnya. Yang bagian duanya kamu baca aja di sini. Iya, udah diklik aja nggak usah sungkan-sungkan.

Footnote:
[1] Dikeluarkan oleh Al-Imam Muslim no. 533a dari shahabat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma.

[2] HR. Abu Dawud dan ibnu Hibban dari Hudzaifah, dan Syaikh Al Albani menshahihkannya dalam kitab Shahih Al-Jami’, 6160.

[3] HR. Al-Bazzar dari Ibnu Umar, dan Syaikh Al Albani menshahihkannya di dalam Shahih Al-Jami’, 2910.

[4] HR. Bukhari: 380.

[5] HR. Muslim: 2/147/439.

[6] HR. Abu Dawud: 1/3,An-Nasa’iy: 1/34, dan Ibnu Majah: 1/397. Dishohihkan Al-Albaniy dalam Shohih Al-Jami’: 4724.

[7] HR. Al-Bukhari no. 5856 dan Muslim no. 2097.

[8] HR. Muslim no. 2024.

[9] HR. Hakim, beliau shahihkan dan disetujui Ad-Dzahabi.

[10] HR. Bukhari no. 6223 dan Muslim no. 2994.

[11] HR. Muslim no. 2995.


Follow twitter @fadhlihsan untuk mendapatkan update artikel blog ini.



Baca juga:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar