Minggu, 13 Mei 2012

Taubat Pasien Penyakit AIDS

hiv-aids


Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baaz rahimahullah ditanya:

Seseorang tertimpa penyakit AIDS, dan para dokter menetapkan bahwa umurnya di kehidupan ini sebentar lagi, maka apakah hukum taubat orang yang seperti itu kala itu?

Jawaban:

Dia wajib bersegera untuk bertaubat, walaupun pada detik-detik terakhir kematiannya, karena sesungguhnya pintu taubat masih terbuka luas selama akalnya masih ada, karena itu dia wajib bertaubat dengan segera dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan, walaupun mereka mengatakan bahwa umurmu pendek.

Sesungguhnya umur itu ada di tangan Allah dan terkadang prasangka mereka itu keliru sehingga dia masih bisa hidup lebih lama, bagaimana pun keadaannya, maka yang wajib baginya adalah bersegera untuk bertaubat dengan benar sehingga Allah mengampuni segala dosanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“… Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nuur: 31)

Demikian pula firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal shalih, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS. Thaha: 82)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah akan selalu menerima taubat seorang hamba selama ruhnya belum sampai di tenggorokan.”

Maksudnya adalah selama ruh seorang manusia belum sampai di tenggorokan dan selama belum hilang kesadarannya. Hanya kepada Allah-lah kita memohon ampunan.

Sumber: Panduan Shalat dan Bersuci bagi Orang Sakit karya Syaikh Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani (penerjemah: Zaki Rakhmawan dan Beni Sarbeni), penerbit: Pustaka Ibnu Katsir, Bogor. Cet. Pertama Muharram 1427 H – Februari 2006 M.

Baca juga:

3 komentar:

  1. ana pernah dengar tidak ada tobat yang diterima Allah ketika proses kematian sedang berlangsung. Fir'aun juga sempat bertobat ketika sedang ditenggelamkan tp tobat saat proses kematian tidak di terima Allah, begitu juga ketika sangsakala di tiup, tidak semua manusia pada hari itu langsung diwafatkan, tetapi hari itu adalah proses kematian seluruh mahkluk dan tidak satupun tobat manusia yang diterima lagi.
    Bagaimana penjelasan tentang hal itu ustad ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Afwan, saya bukan ustadz. Benar, Allah tidak menerima taubat ketika nyawa seseorang berada di tenggorokkannya (sakaratul maut) dan ketika matahari telah terbit dari barat, krn pd saat2 itu biasanya seseorang tersadar akan dosa2nya namun semuanya telah terlambat krn semasa masa sehat/luangnya ia meremehkan dari bertaubat. Wallahu a'lam.

      Hapus
  2. Ana salah satu pengidap HIV dan penyuka sesama jenis. Kalau untuk berbuat maksiat sudah ada keinginan dan usaha tapi yang paling susah menghilangkan rasa suka pada sesama jenis, mata & pikiran ini susah berpaling dari hal tsb walaupun ana tau itu salah dan kadang selalu berusaha menahan tp muncul lg. Ana juga tidak tau kenapa ana bisa suka sesama jenis, ana suka lawan jenis jg tp masih kalah dengan kesukaan ana dengan sesama jenis. Bagaimana pendapat akhi? Ana ingin sembuh dari penyakit suka sesama jenis tp merasa sulit.

    BalasHapus